(sumber : https://hellosehat.com)
Family Health Health Journal

Saat Ibu Terkena Osteoarthritis

Pastinya ga aneh kan dengan istilah kedokteran yang satu ini, yess Osteoarthritis. Ada banyak istilah untuk kasus serupa seperti Osteoporosis, Rheumatoid Arthritits dan masih banyak lagi. Kasus – kasus seperti ini identic dengan orangtua meskipun jaman sekarang sebenarnya ada juga yang menimpa kaula muda. Dan bisa jadi hal ini karena factor pencetusnya ya gaya hidup yang tidak sehat. Ok kita balik lagi ke Osteoarthritis ya, kalau di kalangan medis kadang istilah ini disingkat dengan OA. Dan untuk kasus seperti ini masuknya ke bagian Orthopedi.

Nah baru – baru ini anggota keluarga saya terkena Osteoarthritis. Ibu mertua saya udah lama sebenarnya nyeri lutut bahkan saat saya awal menikah juga sholatnya udah ga bisa seperti biasa, Ibu harus sholat dengan posisi duduk di kursi ya karena ga bisa melipat lututnya saat harus duduk tahiyat. Saya udah menyarankan dari dulu untuk periksa atau konsultasi ke dokter bagian tulang. Tapi ya maklumlah ya orangtua suka susah juga. Dan puncaknya setelah lebaran kemarin ibu kedua lututnya sangat nyeri dan ga bisa dipakai berjalan. Selain itu ada demam juga. Pertolongan pertama dirumah saya kasih obat yang ada di rumah ajah dulu untuk pereda nyeri dan juga demamnya. Dari sanalah akhirnya ibu mau untuk diperiksa. Karena menggunakan BPJS ya harus minta rujukan dulu ke PPK I. Setelah dapat rujukan untuk ke rumah sakit barulah di antar kesana.

Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan oleh dokter dan juga dilakukan pemeriksaan penunjang lainnya seperti Rontgen dan juga laboratorium akhirnya didapatkan hasil kalau ibu menderita Osteoarthritis dan sudah grade 3. Itu artinya kasus ibu sudah tahap serius karena sudah tahap 3. Dan setelah konsultasi oleh dokter Orthopedi disarankan untuk dilakukan operasi. Tapi dokter juga ga maksa karena semua tindakan harus ada persetujuan dari pasien dan juga keluarga dulu tentunya. Dan setelah berbicara dengan semua keluarga termasuk juga kesiapan ibu, kita menolak untuk dilakukan operasi karena ibu juga tidak siap kalau harus menjalani operasi. Jadi minta untuk dilakukan fisiotherapy ajah dulu. Disamping fisiotherapy ibu dicoba minum susu, kalau terasa nyeri dan ga bisa ditahan baru minum obat karena keseringan minum obat nyeri ga baik juga.

 

Yuk ah kita mengenal apa itu Osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan arthritis atau radang sendi yang paling sering terjadi. Umumya gejala ini ditandai dengan nyeri dan sendi terutama lutut, tangan,pinggul dan juga punggung. Tapi tidak menutup kemungkinan juga area lain bisa terserang juga. Selain terasa nyeri juga sendi terasa kaku. Kadang juga disertai adanya pembengkakan pada area yang terkena. Gejala ini terjadi secara bertahap dari ringan sampai berat. Tapi tentunya tergantung pada kondisi penderita juga pastinya tiap orang beda – beda. Selain itu tergantung pada lokasi yang terkena juga. Misalnya area lutut dengan punggung tentu akan berbeda karena lutut merupakan tumpuan untuk berdiri dan juga banyak digunakan untuk aktivitas. Tentunya bila terkena bagian lutut akan lebih nyeri di banding dengan bagian lain.

 

Gejala yang dirasakan

Rasa nyeri pada sendi dan juga kaku pastinya mendominasi kasus ini, dan juga ini merupakan gejala utama dari kasus ini. Selain nyeri dan kaku pada sendi, gejala lain yang dirasakan yaitu menurunnya kelenturan sendi dan juga otot jadi lemas.

Pada awal – awal, gejala ini bisa jadi hilang timbul bisa juga terus menerus, kalau selama 3 minggu masih terasa sebaiknya segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan untuk diperikasa lebih lanjut. Dan untuk menegakkan diagnosa akan dilakukan pemeriksaan rontgen atau x-ray, pemeriksaan darah dan lain – lain yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa.

Inilah perbedaan lutut kondisi normal dan yang terkena Osteoarthritis.

(sumber : https://mediskus.com)

Apa penyebab Osteoarthritis ?

Penyebab pasti dari Osteoarthritis ini adalah adanya kerusakan pada jaringan yang menyelubungi ujung tulang – tulang pada sendi. Dimana jaringan ini berfungsi untuk melindungi tulang dari gesekan. Tapi ada beberapa factor yang diduga menjadi factor pemicu terjadinya Osteoarthritis ini seperti :

  • Usia, Osteoarthritis biasanya terjadi pada usia di atas 45 tahun
  • Jenis kelamin, Osteoarthritis lebih sering terjadi pada perempuan di banding dengan laki – laki.
  • Cedera pada sendi, sendi yang mengalami cedera atau pernah mengalami operasi kemungkinan mengalami Osteoarthritis lebih tinggi.
  • Obesitas, berat badan yang berlebih akan menambah resiko terjadinya Osteoarthritis hal ini karena sendi menahan beban dari berat badan.
  • Keturunan, Osteoarthritis diduga karena faktor keturunan juga.
  • Menderita radang sendi lain seperti Rheumatoid Arthritis ataupun asam urat.

 

Penanganan Osteoarthritis ini bisa dengan beberapa cara :

Dari pengalaman ibu kemarin, penanganan untuk kasus ini bisa beberapa tahap, untuk kasus yang masih ringan bisa dengan penangan fisiotherapy, obat pereda nyeri, dengan bantuan alat seperti deker khusus untuk kasus Osteoarthritis, jadi bukan deker biasa yang suka pakai saat olahraga. Dan yang terakhir adalah operasi kalau kasusnya udah berat.

Dan penanganan Osteoarthritis ini untuk membantu penderita mengurangi gejala dan bisa melakukan aktivitas sehari – hari dengan cara :

  • Menurunkan berat badan kalau mengalami kelebihan berat badan atah bahkan obesitas.
  • Melakukan olahraga secara rutin
  • Therapy fisik seperti fisiotherapy atau therapy okupasi.
  • Menggunakan alat bantu seperti tongkat untuk aktivitas sehari – hari.
  • Minum obat untuk mengurangi nyeri dan untuk mengurangi radangnya.
  • Untuk mengurangi nyeri bisa juga dengan krim/salp yang mengandung anti nyeri.

Itulah seputar Osteoarthritis yang bisa saya sharing, buat kekurangannya saya mohon maaf, semoga bisa bermanfaat, amin.

Sumber Refferensi : http://www.alodokter.com Sumber Gambar : sumber : https://hellosehat.com sumber : https://mediskus.com

Please follow and like us:
0

6 thoughts on “Saat Ibu Terkena Osteoarthritis”

  1. Makasih infonya mbak, lutut saya juga mulai nyeri semenjak berat badan naik terus, pengen ke dokter kok masih males, tapi liat foto2 diulasan mbak jadi takut juga. Thanks informasinya ya mbak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *