Ayo Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini

Menjadi orangtua di era milenial seperti sekarang ini bukanlah perkara mudah. Bagaimana tidak, sekarang banyak banget hal – hal yang berkaitan dengan anak – anak yang harus menjadi perhatian orangtua. Mulai dari kebutuhan gizi, pola asuh, teknologi dan masih banyak lagi yang lainnya. Dimana tentunya ini merupakan tanggung jawab orangtua. 
Anak – anak merupakan generasi penerus yang pastinya kita sebagai orang tua pengen kalau generasi penerus kita itu lebih baik lagi, lebih unggul, lebih cerdas, lebih berkualitas sehingga lahirlah generasi platinum. Dan dalam membentuk generasi platinum ini perlu adanya pemahaman dari orangtua itu sendiri. Ada 2 faktor yang harus dipahami oleh orangtua yaitu factor biologis (nature) dan juga factor pengasuhan orangtua (nurture) itu sendiri. Dimana kedua factor itu berinteraksi secara dinamis dan berkesinambungan. 
Dalam hal ini kecerdasan majemuk anak menjadi harapan untuk terbentuknya generasi platinum yang multitalenta. Lalu apa sebenernya kecerdasan majemuk itu? Kecerdasan majemuk itu sendiri mempunyai konsep dimana kecerdasan itu tidak hanya diukur melalaui IQ. Menurut Howard Gardner yang memperkenalkan teori kognitif Multiple Intelligence, cerdas itu adalah kemampuan dalam memecahkan masalah serta kemampuan berkarya dan menghasilkan sesuatu yang berharga.

Morinaga sebagai brand yang selalu melahirkan inovasi dalam menunjang kebutuhan akan nutrisi anak  – anak sangat memahami akan pentingnya dukungan stimulasi dan peran orangtua dalam mengasah kecerdasan majemuk anak sejak dini. Untuk itu morinaga mempersembahkan Konferensi Ayah Bunda Platinum yang merupakan fasilitas atau sarana belajar untuk orangtua tentang sinergi nutrisi dan stimulasi selanjutnya orangtua mempraktekkannya secara langsung. Konferensi Ayah Bunda Platinum ini berupa seminar mengenai konsep dan juga penerapan aktifitas stimulasi anak agar tumbuh menjadi generasi platinum yang multitalenta. 
Dalam Konferensi Ayah Bunda Platinum yang diadakan di Bandung pada hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2017 yang bertempat di Harris Hotel Bandung. Acara begitu meriah dan seru, pesertanya juga sangat banyak. Hal ini terlihat dari antrian peserta yang terbagi – bagi di beberapa tempat saat  registrasi. Dan menurut informasi jumlah peserta konferensi ayah bunda platinum di Bandung kemarin jumlahnya lebih dari 1000 orang. Alhamdulillah ya itu tandanya kalau acara ini sangat ditunggu – tunggu oleh orang Bandung, ya gimana ga ditunggu ya acara sekern ini masa dilewatkan begitu saja. Hal ini bisa dimengerti karena pastinya orangtua ingin sekali mendapatkan edukasi yang tentunya sangat bermanfaat. Acara dibuka oleh Dr. Aris Primadi, SpA dimana beliau adalah ketua IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia untuk wilayah Jawa Barat. Kemudian acara selanjutnya dipandu oleh moderator kece Teuku Zacky. Eh namanya sama dengan anak kedua saya hehe. Dan ga ketinggalan pastinya ibu – ibu berfoto bareng sama Teuku Zacky. juga istrinya. 
Konferensi ayah bunda platinum ini menghadirkan narasumber keren yaitu DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) beliau adalah Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, RSUD DR. Soetomo Fakultas Kedokteran Unair Surabaya. Dan yang bikin keren lagi kalau mau periksa dan konsultasi dengan beliau antrinya itu 3 bulan lho. Wah kesempatan benget kan kemarin orang Bandung tuh bisa dapat ilmu dari beliau. Menurat beliau kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang anak juga ditentukan oleh keseimbangan factor risiko yang bersifat mengganggu dan merusak dan factor protektif yang bersifat melindungi, sejak usia janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun. 
Selama rentang usia 0 sampai 19 tahun ini anak melalui beberapa tahap yaitu :
  • 0 – 3 bulan      : usia ini adalah masa yang disebut new borns 
  • 4 – 12 bulan    : usia ini adalah masa bayi/babies 
  • 1 – 3 tahun      : usia ini adalah masa yang disebut toddlers 
  • 4 – 5 tahun      : usia ini adalah masa preschoolers 
  • 6 – 8 tahun      : usia ini adalah masa primary school 
  • 9 – 12 tahun    : usia ini adalah masa pre-teen 
  • 12 – 15 tahun : usia ini adalah masa young teens 
  • 16 – 19 tahun : usia ini adalah masa teens
Selama masa ini untuk menyeimbangkan kedua factor tersebut anak memerlukan sebuah perisai pelindung supaya  tumbuh kembang anak bisa berlangsung secara optimal. Dimana perisai tersebut seolah – olah tameng bagi anak, perisai tersebut memiliki tiga sisi yang saling berkaitan dimana sisi – sisi tersebut berdiri diatas pondasi yang kokoh. 
Sisi – sisi tersebut adalah : 
  • Perkembangan otak
  • System ketahanan tubuh
  • Tumbuh kembang optimasi
  • Sedangkan pondasinya adalah kesehatan saluran cerna 

Pembentukan perisai tesebut sebaiknya dimulai sejak anak masih dalam kandungan sehingga sebelum anak mencapai usia 2 tahun perisai tersebut sudah terbentuk dengan kokoh. 

Apa yang akan terjadi kalau ada gangguan atau keterlambatan dalam masa pembentukannya? Besar kemungkinan anak akan mempunyai resiko tinggi mengalami gangguan dalam tumbuh kembang di masa yang akan datang, dan hal ini akan sulit untuk mengatasinya. Nah gimana pastinya kita lebih baik mencegah kan dari pada mengobati? 
Perisai pelindung ini sebetulnya merupakan langkah yang mudah dan juga murah apa lagi jika dibandingkan dengan harus mengatasi bila terjadi masalah ketika anak sudah terlanjur mengalami gangguan tumbuh kembang. Untuk lebih jelasanya mari kita bahas perisai – perisai tersebut :
  • Perkembangan Otak
Salah satu syarat utama anak tumbuh dan berkembang dengan optimal adalah otak yang berkembang sehat dan juga normal, otak yang sehat juga berperan dalam pembentukan system pertahanan anak. Dalam tahap perkembangan pembentukan otak sangat dipengaruhi oleh 2 hal ini yaitu :
Nutrisi dini
Pada usia dini nutrisi yang adekuat sangat dibutuhkan otak. Dalam perannya nutrisi ini membangun struktur otak anak melalui 2 cara yaitu, berperan secara langsung dan tidak langsung.

Sedangkan secara tidak langsung melalui perannya dalam kesehatan anak secara umum dimana nantinya akan memberikan dampak positif dalam pembentukan otak. Sebetulnya semua nutrisi mempunyai peran penting dalam pertumbuhan otak anak. Namun ada beberapa zat yang sangat berperan penting dalam pertumbuhan otak anak diantaranya, protein, asam lemak (DHA-AA), zat besi, iodium, zink, vitamin B, asam folat, dan kolin. Ketika anak lahir sampai usia 6 bulan ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, setelah 6 baru anak mendapat makanan pendamping ASI atau MPASI sampai usai 2 tahun. Pada usia sebelum 2 tahun inilah anak berada pada masa periode kritis, dimana pemenuhan kebutuhan nutrisi sangat penting. Pada usia 2 tahun volume struktur bangunan otak anak diharapkan mencapai 80% otak orang dewasa.  Dan setelah anak usia 2 tahun yang diberikan adalah makanan keluarga, tentunya yang sehat dan seimbang. 
Stimulasi dini
Selain memerlukan nutrisi sel – sel otak juga memerlukan stimulasi untuk merangkainya menjadi satu sirkuit sehingga bisa saling terkoneksi satu dengan yang lainnya. 
Apa yang akan terjadi jika kekurangan nutrisi dan juga stimulasi pada anak usia dini? 
Hal ini akan mengakibatkan koneksi sirkuit otak tidak akan terbentuk dengan optimal dan hal ini mengakibatkan resiko terjadinya gangguan dalam hal kemampuan dasar, proses belajar, perilaku dan juga emosi. 
Stimulasi itu sendiri adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh orangtua yang bertujuan untuk merangsang anak supaya dapat melakukan berbagai kemampuan. 
Sehingga bisa disimpulkan kalau stimulasi itu :
  1. Kegiatan interaktif antara orangtua/pengasuh dengan anak 
  2. Merangsang anak untuk melakukan berbagai kemampuan 
  3. Pada prinsipnya pemberian stimulasi yang baik dan benar itu adalah : 
  4. Dimulai sejak dini, lebih baik lagi saat masih dalam kandungan 
  5. Interaktif antara orangtua dan anak 
  6. Dilakukan dengan menyenangkan sambil bermain 
  7. Dilakukan secara alami dalam kondisi menyenangkan 
  8. Dilakukan secara rutin dan teratur 
  9. Dilakukan bukan kondisi memaksa
Apa yang akan terjadi jika stimulasi itu diberikan dalam keadaan atau situasi yang memaksa?
Tentunya hal ini akan mengakibatkan otak anak mengeluarkan berbagai hormone stress yang kemudian dapat merusak jaringan sirkuit yang sudah terbentuk sebelumnya.
  • System Ketahanan Tubuh
Selama anak masih berada di dalam kandungan mendapatkan suplai sel – sel kekebalan atau  anitbodi dari ibu yang ditransfer melalui plasenta. Setelah anak lahir sebetulnya sudah mendapat kekebalan yang cukup lengkap hanya saja belum bisa bekerja secara mandiri dan sempurna, hal ini karena masih tergantung dari persediaan antibody ibu. Dan semakin anak bertambah usianya anak harus mampu membentuk antibody secara mandiri. Sehingga anak akan terlatih untuk mengenal dan kemudian menyerang serta memusnahkan penyakit yang menyerang tubuhnya. Dan hal ini hanya bisa berlangsung jika anak medapatkan vaksinasi atau imunisasi.
Selain itu, nutrisi juga berperan dalam pembentukan ketahanan tubuh anak diantaranya, sumber kalori yaitu : karbohidrat, laktoperin.
  • Tumbuh Kembang
Perisai yang ketiga adalah pertumbuhan dan kemampuan fisik. Pertumbuhan fisik yang baik adalah yang berukuran normal dan juga proporsinya sesuai dengan tahapan usianya. Proses pertumbuhan fisik ini juga tidak bisa dipisahkan dengan perkembangan otak dan system pertahanan tubuh.
Tumbuh itu mencakup bertambahnya struktur dan juga ukuran fisik diantaranya, berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lain – lain. 
Sedangkan Kembang mencakup bertambahnya fungsi dan kemampuan dari anggota tubuh diantaranya, penglihatan, pendengaran, motorik kasar, motorik halus, kecerdasan dan  lain – lain. 
Adapaun ciri – ciri dari tumbuh kembang anak yang normal diantaranya :
  1. Perubahan ukuran tubuh bertambah sesuai dengan pertumbuhan usia 
  2. Pertumbuhan meliputi 3 parameter : berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala 
  3. Dan untuk ciri khususnya, perkembangan normal itu berkorelasi dua arah dengan pertumbuhan.
Kesehatan Saluran Cerna
Perisai yang keempat adalah kesehatan saluran cerna, saluran cerna ini adalah pondasi dari ketiga perisai itu. Kenapa dikatakan pondasi? Karena ketiga perisai tersebut akan terbentuk dengan kokoh dan kuat jika didukung dengan saluran cerna yang sehat. Pada anak – anak terutama saat memasuki awal kehidupan saluran cerna harus selalu sehat. Setelah lahir anak mendapatkan makanan langsung melalui saluran cerna. Saluran cerna anak sehat dipastikan anak juga akan mendapatkan nutrisi dengan baik. Hingga bisa dipastikan kalau anak yang mempunyai saluran cerna yang sehat ditandai dengan berfungsinya saluran cerna dengan baik.  Dan faktror yang paling dominan mempengaruhi kesehatan saluran cerna pada usia dini adalah komposisi dan fungsi mikrobiota didalamnya.
Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi saja, tapi juga berperan penting dalam pembentukan system imunitas atau daya tahan tubuh anak. Tidak hanya itu saluran cerna pada anak usia dini juga berperan dalam proses sirkuit otak. Bahkan disebut juga sebagai 
 ‘otak kedua’ pada anak. 
Itulah 4 perisai yang satu sama lain saling berkaitan dan saling mendukung. Alangkah baiknya jika kita sebagai orangtua membentuknya sejak dini. Pembentukan perisai pelindung ini sebenarnya merupakan investasi juga buat kita sebagai orangtua untuk anak – anak di masa depannya.
Selain DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K) pada kesempatan itu hadir pula Dr. dr. Eddy Fadlyana, SpA (K) beliau adalah dokter anak dari Bandung. Beliau juga dokter konsultan tumbuh kembang anak di Bandung yang bertugas di Rumah Sakit HAsan Sadikin Bandung dan juga RSIA Hermina Bandung. Saya sendiri meskipun belum pernah ketemu secara langsung, tapi sama beliau sudah tidak asing lagi karena beliau sering menjadi narasumber termasuk di media cetak.

Dan saat sesi tanya jawab banyak sekali ayah dan bunda yang mengajukan pertanyaan, tapi karena waktunya yang terbatas jadi pertanyaan dibatasi. Mudah – mudahan dari beberapa pertanyaan yang bisa diajukan dan juga dijawab oleh narasumber bisa mewakili pertanyaan yang belum sempat diajukan. Dan salah satu pertanyaan yang cukup keren adalah tentang penggunaan gadget pada anak. Menurut narasumber, penggunaan gadget memang merupakan salah satu kemajuan teknologi di era sekarang dan sebagai orangtua harus menyikapinya dengan bijaksana pada anak. Anak boleh menggunakan gadget setelah usia di atas 2 tahun dan itu juga waktunya harus dibatasi.

Pada konferensi ayah bunda platinum di Bandung menghadirkan juga seorang psikolog yang sudah tidak asing lagi karena sering tampil dilayar kaca televisi. Iya bunda Dr. Rose Mini A Prianto, M.Psi. Beliau juga seorang ketua di program psikologi terapan fakultas psikologi Universitas Indonesia dan juga sebagai direktur ESSA consulting. Saat konferensi ayah bunda platinum di Bandung kemarin beliau menyampaikan materi tentang kekuatan bermain untuk membentuk kecerdasan multitalenta di Era Milenial. Saat bunda Rose menyampaikan materi semua peserta tidak kalah antusias, beliau membawakannya dengan begitu interaktif dan juga diisi dengan permainan yang melibatkan peserta. Makanya ga heran kalau acara begitu seru. 
Semua orangtua tentunya mendambakan memiliki anak yang cerdas, ya ga? Akan menjadi kebanggan tersendiri bagi orangtua apabila memiliki seorang anak yang cerdas. Sebagian besar orangtua banyak yang masih menganggap kalau kecerdasan itu hanya diukur dengan parameter nilai akademik. Padahal sudah banyak bukti dan penelitian yang menyatakan kalau kecerdasan itu tidak hanya dinilai dari prestasi akademik saja.
Lalu apa sebenarnya cerdas itu? Cerdas itu memiliki makna yang luas, kecerdasan diartikan dengan keseluruhan kapasitas kemampuan anak untuk belajar, memahami lingkungan dan juga bisa memecahkan masalah.  Dari pengertian ini bisa disimpulkan kalau kecerdasan itu mencakup berbagai bidang terutama dalam kehidupan sehari – hari. Dan yang seperti ini disebut juga dengan kecerdasan majemuk atau multiple intelligence. Seorang psikolog dari Universitas Harvard mengatakan kalau kecerdaan seseorang itu terdiri dari banyak bentuk diantaranya: 

  • Kecerdasan musik
Kecerdasan ini meliputi pemahaman dan juga kemampuan anak dalam bermusik, mengeskpresikan dirinya dengan music, irama, alat music ataupun mampu menciptakan lagu.

  • Keserdasan kinestetik
Dalam melakukan kegiatan atau gerakan dengan menggunakan kelenturan tubuh itu bukanlah sesuatu yang biasa – biasa saja tapi juga memerlukan kecerdasan. Kecerdasan dalam hal ini adalah kecerdasan kinestetik dimana seseorang akan mampu menyelesaikan masalah dengan menggunakan kelenturan tubuhnya. Selain itu juga lahirnya suatu karya atau produk dihasilkan oleh seseorang yang memiliki kecerdasan kinestetik. 

  • Kecerdasan matematik
Dari judulnya saja sudah bisa ditebak, ya ga? Yess matematik memang tidak jauh dari perhitungan, begitulah seseorang yang memiliki kecerdasan matematik, dia memiliki kecerdasan dalam bidang matematik, selain itu dia akan mampu memahami kondisi dan juga situasi dengan menggunakan penalaran dengan logika.

  • Kecerdasan visual
Kecerdasan visual ini mencakup pemahaman terhadap suatu ruang, arah, dan bentuk akhir dari suatu benda. Selain itu seseorang yang memiliki kreatifitas juga berati dia memiliki kecerdasan visual.
Kecerdasan linguistik
Bisa mengekspresikan diri dengan bahasa, suka membaca, menghasilkan suatu karya berupa sebuah tulisan dan juga bisa berkomunikasi dengan baik merupakan seseorang yang memiliki kecerdasan linuistik.  

  • Kecerdasan interpersonal
Suatu pekerjaan yang dihasilkan dengan cara kerjasama tentunya akan berbeda dan lebih baik daripada hanya dilakukan sendiri, seseorang yang bisa bekerjasama dengan baik tentunya dia mampu untuk memahami orang lain, serta memiliki rasa empati yang tinggi. Seseorang yang seperti ini dia memiliki kecerdasan interpersonal. 

  • Kecerdasan natural
Kemampuan untuk memahami alam dan lingkungan dengan baik dan juga mampu untuk membedakan, kemudian menyimpulkannya menjadi kategori terhadap apa yang ditemukannya di alam dan lingkungan sekitarnya merupakan ciri seseorang yang memiliki kecerdasan natural. 

  •  Kecerdasan Intrapersonal 

Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang dimiliki seseorang untuk dapat memahami dan    juga mengenali terhadap diri sendiri

  • Kecerdasan moral
Seseorang yang mampu memahami apa yang ada dilingkungan sekitarnya, memahami norma yang ada, dan juga mengetahui apa yang baik dan juga yang benar merupakan seseorang yang memiliki kecerdasan moral. Selain itu ada 7  hal yang terdapat dalam seseorang yang memiliki kecerdasan moral, yaitu ; empati, hati nurani, control diri, menghargai, keabaikan, tenggang rasa dan juga keadilan.
Setiap anak memiliki kecerdasan yang beragam, dan bisa jadi ada beberapa kecerdasan yang menonjol pada tiap anak. Namun itu semua perlu stimulasi supaya lebih optimal. 

Mengapa perlu stimulasi?

  1. Untuk mengoptimalkan perkembangan anak 
  2. Bisa membantu memunculkan talenta – talenta yang bisa saja masih terpendam.
Namun meskipun stimulasi itu sangat penting, tetap saja harus dengan usia dan juga karakteristik dari anak itu sendiri. 
Kenapa kita harus mengenali karakteristik perkembangan anak? Hal ini supaya kita dapat memilih dan menentukan cara untuk melakukan stimulasi, sehingga situmalasi yang diberikan bisa tepat sasaran karen sesuai dengan usia anak. Dan pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengasah kecerdasan majemuk adalah dengan cara bermain. 
Mengapa dengan cara bermain?
Karena bermain merupakan suatu rutinitas yang bisa dilakukan oleh anak dan tidak dapat dipisahkan dari anak. Dengan bermain anak bisa belajar dengan suasana yang menyenangkan. 

‘Bermain adalah suatu kegiatan yang disenangi anak tanpa didasari keterpaksaan dan merupakan cara belajar yang paling alami untuk mengembangkan seluruh aspek perkembangan anak’ 

(Paplia, Olds & Feldman, 2001) 

Jenis permainan berdasarkan tahapan perkembangan dan kematanagn kognitif dibedakan menjadi :
  • Bermain Fungsional (0 – 2 tahun)
Bermain fungsional ini meliputi adanya gerakan, manipulasi/gerakan meniru, yang berfungsii untuk mengembangkan kemampuan otot dan fisik. 
  • Bermain Konstruktif (2 – 3 tahun)
Pada usia ini anak beramin dengan menggunakan sesuatu material yang ada sekitar. 
  • Bermain Peran (3 – 7 tahun)
Anak mampu untuk bermain pura – pura menjadi peran tertentu 
  • Bermain dengan peraturan (7 tahun ke atas)
Anak bermain dengan menggunakan aturan – aturan tertentu. 

Bermain tidak hanya menyenangkan bagi anak tapi juga sebagai sarana belajar untuk anak. Seiring bertambahnya usia anak dan juga perkembangannya maka kompleksitas permainan juga mengikutinya. Bermain juga akan menjadikan anak dan orangtua lebih akrab tentunya jika dilakukan secara bersama – sama.  
Dan inilah sebagian keseruan dari Konferensi Ayah Bunda Platinum di Bandung persembahan dari Morinaga.

Mengenal Morinaga 
Buat saya pribadi jujur Morinaga bukan hal yang asing lagi, karena kedua anak saya minum susu dari Morinaga terutama waktu masih kecil. Kenapa saya pilih Morinaga karena menurut saya kandungan nutrisinya bagus untuk anak teutama untuk pencernaannya. Morinaga juga sangat mendukung pemberian ASI esklusif untuk bayi. Karena bagaimanapun ASI adalah yang terbaik untuk bayi. 

Morinaga selalu menghadirkan inovasi – inovasi untuk mendukung nutrisi dan kecerdasan anak – anak Indonesia. Termasuk untuk Morinaga Chil Kid dan Chil Scool Platinum Moricare+ Prodigest yang mengandung kombinasi antara zat gizi makro (protein) dan mikro (vitamin dan mineral) yang dapat memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan anak. Dan ini yang merupakan invovasi unggulan dari Morinaga berupa sinergi nutrisi antara kecerdasan multitalenta, pertahanan tubuh ganda dan juga faktor pertumbuhan kembang. Dan inilah sebagian dari produk Morinaga, termsuk Chil-go kesukaan anak saya 🙂 

Chil-kid dan Chil-School


Chil-go


 post signature

4 thoughts on “Ayo Siapkan Kecerdasan Multitalenta Si Kecil Sejak Dini

Leave a Reply