Mari obati dan cegah TB Resistensi Obat

Ketika kita mendengar kata resisten yang terbersit dalam benak kita dalah kekebalan, ketahanan. Lalu bagaimana dengan TB resisten obat? Apakah masyarakat sudah cukup mengenal atau bahkan paham tentang TB resisten obat? Bagaimana pengobatannya dan juga pencegahannya supaya tidak terjadi TB resisten obat?
Yang dimakasud dengan TB resisten obat adalah TB yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis yang telah mengalami kekebalan ternadap OAT (Obat Anti TB). Resisten terhadap obat anti TB ini dapat terjadi karena pemberian obat yang tidak tepat, yaitu pasien tidak menyelesaikan pengobatan yang diberikan, atau pun jika petugas kesehatan memberikan pengobatan yang tidak tepat, baik itu panduan, dosis obat, lama pengobatan, dan juga kualitas obat. Selain itu TB resisten obat juga bisa terjadi karena adanya kendala suplai obat yang tidak selalu tersedia.
Bagaimana penularan kuman TB resisten obat? Penularan kuman TB resisten obat adalah sama seperti halnya penularan kuman TB yang tidak resisten obat pada umumnya. Lalu siapakah yang mempunyai resiko terkena TB resisten obat? TB resisten obat dapat mengenai siapa saja, akan tetapi biasanya terjadi pada orang dengan riwayat:
– Tidak meminum obat TB secara teratur atau seperti yang disarankan oleh petugas kesehatan.
– Menderita TB berulang serta mempunyai riwayat mendapatkan pengobatan TB sebelumnya
– Datang dari wilayah yang mempunyai beban TB resisten obat yang tinggi
– Kontak erat dengan seseorang yang menderita TB resisten obat
Kemudian bagaimana diagnosis TB resisten obat bisa ditegakkan? Untuk menegakkan diagnosis TB resisten obat, dilakukan dengan menggunakan test cepat dengan metode PCR dan pemerikasaan biakan serta uji kepekaan kuman terhadap obat TB (Drugs Sensitivity Test/ DST).
Bagaimana pengobatan terhadap orang TB resisten obat? Pengobatannya lebih sulit jika dibandingkan dengan pengobatan kuman TB yang masih sensitive. Dan angka keberhasilannya pun tergantung pada seberapa cepat kasus TB resisten obat ini teridentifikasi serta ketersediaan pengobatan yang efektif.
Apakah TB resisten obat dapat disembuhkan? TB resisten obat dapat disembuhkan, meskipun membutuhkan waktu sekitar 18-24 bulan. Harga untuk obat lini kedua jauh lebih mahal (bisa mencapai seratus kali lipat bila dibandingkan dengan pengobatan TB biasa), dan penanganannya pun lebih sulit. Selain itu panduan pengobatannya pun cukup rumit, dengan jumlah obat yang lebih banyak, dan efek samping yang disebabkannya juga lebih berat.
Bagaimana cara penceghan terhadap TB resisten obat? Adapun cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya TB resisten obat adalah :
– Dengan mendiagnosis secara dini setiap terduga TB resisten obat dan dilanjutkan dengan pengobatan OAT lini kedua sesuai standard. Pengobatannya harus dipantau untuk memastikan kepatuhan dan ketuntasannya, serta harsu dilaporkan kepada surveilans.
– Pengobatan TB dengan tatalaksana yang tidak berstandar baik dalam hal panduan, lama dan cara pemberian pengobatan menjadi factor pencetus untuk meningkatnya jumlah kasus TB resisten obat.
– Untuk mencegah penularan kumannya, pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat, harus dilakukan disetiap fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien dengan TB resisten obat.
Itulah tentang TB resisten obat, penanganan serta pencegahan yang bisa dilakukan untuk TB resisten obat. Sumber informasi ini dari www.tbindonesia.or.id

Please follow and like us:
0

Leave a Reply