Life Style

Diary Sang Zombigaret

Diary Sang Zombigaret

Perkenalkan saya adalah zombigaret, kenapa saya dibilang zombigaret karena saya adalah perokok berat. Meskipun saya seorang perempuan, saya suka sekali merokok. Berawal ketika saya duduk dibangku Sekolah Menengah Atas, saya dekat dengan teman-teman yang sudah lama menjadi perokok. Saya iseng mencoba dan dari sana saya ketagihan untuk merokok. Dan terus berlanjut ketika saya duduk dibangku kuliah, bahkan kebiasaan saya merokok melebihi teman-teman laki-laki saya.

Jika sedang kuliah, saya tidak bisa menahan untuk merokok. Saat istirahat saya suka pulang ke kosthanya untuk merokok. Dan bukan hanya itu saat teman-teman saya sarapan pagi dan mereka makan sarapan misalnya ada yang roti sama susu, ada yang nasikuning, ada yang makan bubur, saya beda sendiri, saya sarapan kopi sama rokok.

Begitu juga ketika saya sudah menikah dan dinyatakan hamil, saya tetap merokok. Dan hasilnya karena kebiasaan buruk saya tidak pernah berhenti, bayi saya lahir premature dan menderita kelainan di paru-parunya. Sehingga setelah lahir harus dirawat dulu di ruang khusus bayi intensif. Dan tidak hanya itu, bayi saya tidak bertahan lama, dia meninggal karena tidak bisa bertahan hidup dengan penyakit seberat itu. Ada perasaan menyesal, karena bayi saya seperti itu merupakan akibat dari kebiasaan saya merokok. Tapi perasaan menyesal itu hanya sebentar, dan saya berhenti merokok hanya sebentar, saya tetap merokok lagi.

Selang beberapa tahun dari kejadian itu, saya mulai merasakan batuk yang dirasakan semakin sering dan kadang ada terdapat darah. Berat badan mulai turun, ada demam, dan perasaaan cepat lelah dan nafsu makan yang berkurang. Akhirnya saya memberanikan diri untuk periksa ke dokter. Kemudian saya dilakukan berbagai macam pemeriksaan, mulai dari periksa darah, dilakukan Rontgen, dan lain-lain.

Dan hasilnya pun sangat mengejutkan dari penjelasan dokter, saya menderita penyakit kanker paru-paru. Awalnya saya masih denial dan tidak percaya, tapi setelah dokter menjelasakan penyebabnya, saya paham dan mengerti. Penyakit yang saya derita sekarang merupakan efek dari saya merokok yang banyak.

Menurut informasi yang saya dapatkan, merokok, khususnya sigaret, secara umum merupakan penyumbang utama kanker paru. Rokok sigaret mengandung lebih dari 60 jenis karsinogen, termasuk di antaranya radioisotop dari peluruhan sekuens radon, nitrosamin, dan benzopiren. Selain itu, nikotin menekan respons imun terhadap pertumbuhan kanker pada jaringan yang terpapar. Merokok bertanggung jawab terhadap 80–90% kasus kanker paru.

Saya sangat menyesal sekarang kenapa saya tidak pernah mendengar nasihat keluarga, teman, sahabat juga dokter ataupun praktisi kesehatan lainnya kalau merokok itu bahaya dan tidak baik untuk kesehatan. Kini saya hanya bisa menjalani sisa hidup saya, karena menurut informasi yang saya dapatkan, bahwa kanker paru Prognosis umumnya buruk. Dari semua penderita kanker paru, 15% bertahan selama 5 tahun setelah prognosis.

Saya telah kehilangan anak, masa depan dan kesehatan saya semua ini karena sikap dan kebiasaan buruk saya yang selalu merokok dalam jumlah banyak. Saya membuat beberapa bait puisi tentang sigaret.

Diary Sang Zombigaret

Jika lorong waktu itu ada
Ingin rasanya kembali
Ke masa anak-anak dulu
Dimana belum mengenalnya

Aku terlena dengan nikmatnya
Aku terbuai dengan ketenangan sesaat
Berapa Rupiah telah kukeluarkan
Hanya untuk menikmatinya

Kini penyesalan yang tersisa
Anakku direnggutnya
Kesehatanku sirna karenanya
Dan aku menderita karenanya

Pesanku untuk generasiku
Jangan pernah mencobanya
Sekali mencoba
Maka akan selamanya terjerumus

Pencegahan adalah cara paling murah untuk kanker paru. Menghilangkan kebiasaan merokok adalah tujuan utama langkah pencegahan kanker paru, dan berhenti merokok merupakan salah satu pencegahan yang penting untuk kanker paru.

Please follow and like us:
0

1 thought on “Diary Sang Zombigaret”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *